Bersama Kawan

Bersama Kawan

Sabtu, 21 September 2013

FAKTOR YG MEMPENGARUHI BELAJAR



MAKALAH PSIKOLOGI PENDIDIKAN
 “ Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi  Belajar ”
Di susun untuk memenuhi tugas :
Mata kuliah : Psikologi Pendidikan
Dosen pengampu : M. Yasin Abidin, M.Pd
Di Susun Oleh :
1.      Anna Sa’atul jannah     ( 2021 111 329 )
2.      Ratnawati                      ( 2021 111 225 )
3.      Ulfatul Maula                ( 2021 111 089 )


Kelas A
JURUSAN TARBIYAH / PAI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
 ( STAIN ) PEKALONGAN
2013


BAB I
PENDAHULUAN
Kegiatan belajar merupakan suatu hal yang sangat penting bagi setiap orang. Oleh karenanya dalam hal ini pemakalah akan membahas bagaimana faktor-faktor yang dapat mempengaruhi belajar seorang peserta didik.
Belajar sebagai proses atau aktifitas disebabkan oleh banyak sekali hal-hal atau faktor yang mempengaruhinya. Dalam hal ini, pemakalah mengklasifikasikan faktor-faktor yang memepengaruhi belajar diantaranya yaitu :
1.      Faktor Eksternal
2.      Faktor Internal

Adapun terkait kedua faktor tersebut, antara faktor eksternal dan internal, masing-masing memiliki klasifikasi selanjutnya yang berbeda. Penjelasan selanjutnnya antara kedua faktor diatas, akan dibahas lebih lanjut pada halaman berikutnya.
















BAB II
PEMBAHASAN

A.    Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar
Secara global, faktor-faktor yang mempengaruhi dalam belajar ada dua macam. Adapun diantaranya yaitu :
1.      Faktor Eksternal
Yaitu faktor pengaruh dalam belajar yang berasal dari luar diri siswa. Adapun faktor eksternal sendiri, terbagi menjadi dua macam :
a.       Faktor sosial dalam belajar
Dalam hal ini seperti yang dikatakan Purwanto, dalam bukunya yang berjudul “Psikologi Pendidikan“ bahwa faktor sosial dalam belajar, diantaranya yaitu:
Ø  Keadaan Keluarga
Suasana dan keadaan keluarga itu berbeda-beda dan bermacam-macam itu mau tidak mau turut menentukan bagaimana dan sampai dimana belajar diaalami dan dicapai oleh anak-anak. Termasuk fasilitas yang diperlukan dalam belajar turut memegang peranan penting pula.[1]
Ø  Guru dan Cara Mengajar
Terutama dalam belajar di Sekolah, faktor guru dan cara mengajarnya merupakan faktor yang penting pula. Bagaimana sikap dan kepribadian guru, tinggi rendahnya pengetahuan yang dimiliki guru, dan bagaimana cara guru mengjarkan pengetahuan itu kepada anak-anak didiknya, turut menentukan hassil belajar yang dicapainya
Ø  Lingkungan masyarakat
Seorang anak dari keluarga yang baik, memiliki intelegensi yang baik, bersekolah disuatu sekolah yang keadaan guru-gurunya dan alat-alatnya baik, belum tentu pula dapat belajar dengan baik. Masih ada faktor yang mempengaruhi hasil belajarnya yakni lingkungan masyarakat. Umpamanya lingkungan sekitar rumah seorang siswa tinggal, notabennya banyak yang tidak berpendidikan. Otomatis, dari segi bicara, tingkah dan pergaulanpun akan berbeda dengan anak yang berpendidikan. Hal demikianlah yang akan memberi dampak negatif pada yang berpendidikan.

Oleh karena itu, setidaknya ada ada tiga elemen yang sangat berpengaruh yaitu berasal dari keluarga, sekolah dan masyarkat. Dari beberapa lingkungan yang terkait bisa mempengaruhi belajar siswa, dalam hal ini faktor lingkungan keluargalah yang paling banyak mempengaruhi pola belajar siswa. Sifat-sifat orang tua, praktik pengelolaan keluarga, ketegangan keluarga, dan letak rumah, semuanya bisa memberi dampak yang baik atau buruk kegiatan dan hasil belajar yang dicapai oleh siswa.[2]

b.      Faktor non sosial dalam belajar
                    Kelompok faktor ini boleh juga dikatakan tak terbilang jumlahnya. Seperti misalnya: keadaan udara, cuaca, waktu, alat-alat yang dipakai untuk belajar , dan sebagainya. Semua faktor-faktor tersebut dapat membantu memaksimalkan proses belajar.[3]
      Selain itu, tempat sekolah dan rumah siswa yang nyaman juga akan mempengaruhi proses belajar peserta didik.  Misalnya saja jika kondisi rumah yang sempit, berantakan, serta letak rumah yang terlalu padat dengan perkampungan tentu akan sangat berdampak buruk pada kegiatan belajar siswa. Karena tempat yang nyaman tentunya akan memberikan rasa yang nyaman pula bagi siswa dalam kegiatan belajarnya.[4]


2.      Faktor  Internal
Yaitu faktor pengaruh dalam belajar yang berasal dari dalam diri siswa sendiri. Faktor internal juga ada dua macam, meliputi :
a.       Faktor fisiologis
Faktor fisiologis dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :


-          Keadaan tonus ( tegangan otak ) jasmani pada umumnya.
Keadaan ini dapat dikatakan melatar belakangi aktifitas belajar. Maka dapat dikatakan bahwaa keadaan jasmani yang segar akan lain pengaruhnya dengan keadaan jasmani yang kurang segar. Untuk mempertahankan agar tonus jasmani tetap bugar dan sehat, maka siswa perlu mengkonsumsi makanan dan minuman yang bergaizi, pola hidup sehat, istirahat cukup dan rajin olahraga.[5]
-          Keadaan fungsi-fungsi jasmani tertentu terutama fungsi panca indera.
Panca indera dapat dikatakan sebagai pintu gerbang masuknya pengaruh  kedalam individu. Orang mengenal dunia sekitarnya dan belajar dengan mempergunakan panca inderanya. Oleh karena itu begitu pentingnya peran panca indera kita khususnya dalam kegiatan belajar, kita perlu menjaga selalu agar panca indera kita tidak mengalami masalah. Seperti misalkan masalah penglihatan, kita harus selalu rutin memberi vitamin untuk mata agar mata kita sehat. Namun yang menjadi catatan bagi sebuah sekolah, apabila di dapati siswanya yang mengalami masalah dalam hal penglihatan seperti siswa yang menderita mata rabun, maka perlu ada perlakuan khusus atau kebijakan, yaitu salah satu caranya dengan menempatkan tempat duduk siswa tersebut agar duduk di bagaian paling depan.[6]


b.      Faktor psikologis
Faktor psikolgis memang mampu mempengaruhi  kualitas suatu pembelajaran siswa. Berikut yang termasuk dalam faktor psikologis diantaranya yaitu :
-          Intelegensi Siswa
Intelegensi secara umum diartikan sebagai kemampun. Sedangkan menurut Wechler bahwa intelegensi yaitu suatu kecakapan global atau rangkuman kecakapan untuk dapat bergerak secara terarah, berfikir secara baik, dan bergaul dengan lingkungan secara efisien.[7]
Tidak dapat dipungkiri bahwa mampu atau tidaknya seseorang mempelajari sesuatu dengan baik, sangat di pengaruhi oleh taraf kecerdasannya atau intelegensi. Kenyataan menunjukkan kepada kita, meskipun anak yang berumur 14 tahun keatas pada umumnya telah matang untuk belajar ilmu pasti , tetapi tidak semua anak-anak tersebut pandai dalam ilmu pasti.
Maka disimpulkan bahwa tingkat intelegensi sangat menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa. Oleh karena itu untuk mengasah segi intelegensi siswa, maka fasilitas belajar, sarana dan prasarananya, peran orang tua, guru, dan lingkungan masyarakat harus benar-benar di perhatikan.
-          Sikap Siswa
Sikap adalah gejala internal yang berdimensi afektif berupa kecenderungan untuk merespon dengan cara yang relatif tetap terhadap suatu obyek baik itu orang, benda, dan sebagainya, baik secara positif maupun negatif. Sikap siswa dalam hal belajar ini, sangat dipengaruhi oleh seorang guru pengajar. Alangkah baiknya jika guru memberikan terlebih dahulu sikap yang positif terhadap dirinya sendiri dan mata pelajaran yang ia sampaikan. Dari hal itulah setidaknya akan muncul reaksi sikap yang positif pula dari siswa yang sedang diberi pengajaran.[8]
-          Motivasi Belajar
Motivasi belajar merupakan kekuatan mental yang mendorong terjadinya proses belajar. Sedangkan secara istilah sendiri, motivasi di istilahkan sebagai suatu keadaan internal organisme manusia atau hewan yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu ( Gleitman, 1986; Reber, 1988).  Motivasi belajar pada siswa sendiri ada dua macam :

·     Motivasi intrinsik yaitu motivasi yang berasal dari dalam diri siswa sendiri yang dapat mendorongnya untuk belajar.
·         Motivasi ekstrinsik yaitu motivasi yang berasal dari luar diri siswa yang juga mampu mendorongnya untuk melakukan kegiatan belajar.[9]
-          Rasa Percaya Diri Siswa
Rasa percaya diri timbul dari keinginan mewujudkan diri bertindak dan berhasil. Dari segi perkembangan, rasa percaya diri dapat timbul berkat adanya pengakuan dari lingkungan siswa terkait. Untuk itu, seorang guru pada sebuah sekolah haruslah mendorong keberanian terus menerus, memberikan pengakuan dan kepercayaan bila siswa telah berhasil, begitu pula bagi ynag belum berhasil tetap harus dorongan dan kepercayaan. Oleh karena itulah, akan muncul benih-benih rasa percaya diri pada seorang siswa.[10]
-          Latihan dan ulangan
Tanpa latihan, pengalaman-pengalaman yang telah dimilikinya dapat menjadi hilang atau berkurang. Untuk itu latihan diperlukan agar kecakapan dan pengetahuan yang dimilikinya dapat menjadi makin dikuasai  dan makin mendalam. Sama halnya dengan latihan, ulangan juga sangat penting dalam proses pembelajaran. Kegiatan ulangan bertujuan untuk menguji kemampuan kita selama dalam proses pembelajaran. Adanyaa ulangan juga akan memotivasi siswa untuk lebih tekun dan bersungguh-sungguh dalam dalam belajar demi mendapatkan nilai yang baik saat ulangan.










BAB III
PENUTUP
Belajar merupakan sebuah proses dari yang tidak bisa menjadi bisa, tidak tahu menjadi tahu, dan sebagainya. Oleh karena itu begitu pentingnya belajar dalam kehidupan. Maka dari itu, ada suatu faktor yang dapat mempengaruhi belajar, diantaranya yaitu :
a.       Faktor Eksternal, yaitu faktor yang berasal dari luar diri siswa atau anak. Adapun yang termasuk dalam faktor eksternal, meliputi:
·         Faktor sosial dalam belajar ( keluarga, sekolah atau guru, lingkungan masyarakat )
·         Faktor non sosial dalam belajar ( alat-alat belajar, cuaca, waktu, fasilitas belajar, dll ).
b.      Faktor  Internal, yaitu faktor yang berasal dari dalam diri siswa atau anak. Adapun ynag termasuk dalam faktor internal, meliputi:
·         Faktor fisiologis
·         Faktor psikologis
















DAFTAR PUSTAKA

Ngalim,  Purwanto. 1990.  Psikologi Pendidikan.  Bandung:  PT. Remaja Rosdakarya.

Syah,  Muhibbin.  2011.  Psikologi  Pendidikan.  Bandung:  PT.  Remaja  Rosdakarya.

Suryabrata,  Sumadi.  1987.  Psikologi Pendidikan.  Jakarta:  CV. Rajawali.

Dimyati dan Mudjiono. 1999.  Belajar dan Pembelajaran.  Jakarta: PT. Rineka  Cipta.




[1] Purwanto Ngalim. Psikologi Pendidikan ( Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. 1990 ). Hlm: 102.
[2] Muhajirin Syah. Psikologi Pendidikan. Cet 17 ( Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. 2011 ) hlm: 135.
[3] Sumadi Suryabrata. Psikologi Pendidikan. Cet 3 ( Jakarta: CV. Rajawali. 1987 ) hlm: 249.
[4] Muhibbin Syah, Op. Cit, Hlm: 135
[5] Sumadi Suryabrata, Op.Cit, Hlm: 251
[6] ibid
[7]  Dimyati, Mudjianto. Belajar dan Pembelajaran. Cet 1 ( Jakarta : PT. Rineka Cipta. 1999 ) hlm: 245.
[8] Muhibbin Syah. Op. Cit, Hlm: 132.
[9] Ibid, Hlm:134.
[10] Dimyati, Mudjiono. Op. Cit, hlm: 245