MAKALAH PSIKOLOGI PENDIDIKAN
“
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Belajar ”
Di susun untuk memenuhi tugas :
Di susun untuk memenuhi tugas :
Mata
kuliah : Psikologi Pendidikan
Dosen
pengampu : M. Yasin Abidin, M.Pd

Di Susun Oleh :
1.
Anna Sa’atul jannah ( 2021 111 329 )
2.
Ratnawati ( 2021 111 225 )
3.
Ulfatul Maula ( 2021 111 089 )
Kelas A
JURUSAN
TARBIYAH / PAI
SEKOLAH
TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
( STAIN ) PEKALONGAN
BAB I
PENDAHULUAN
Kegiatan belajar merupakan suatu hal yang sangat penting bagi
setiap orang. Oleh karenanya dalam hal ini pemakalah akan membahas bagaimana
faktor-faktor yang dapat mempengaruhi belajar seorang peserta didik.
Belajar sebagai proses atau aktifitas disebabkan oleh
banyak sekali hal-hal atau faktor yang mempengaruhinya. Dalam hal ini,
pemakalah mengklasifikasikan faktor-faktor yang memepengaruhi belajar
diantaranya yaitu :
1.
Faktor Eksternal
2.
Faktor Internal
Adapun terkait kedua faktor tersebut, antara faktor eksternal dan internal,
masing-masing memiliki klasifikasi selanjutnya yang berbeda. Penjelasan
selanjutnnya antara kedua faktor diatas, akan dibahas lebih lanjut pada halaman
berikutnya.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar
Secara
global, faktor-faktor yang mempengaruhi dalam belajar ada dua macam. Adapun
diantaranya yaitu :
1.
Faktor Eksternal
Yaitu
faktor pengaruh dalam belajar yang berasal dari luar diri siswa. Adapun faktor
eksternal sendiri, terbagi menjadi dua macam :
a.
Faktor sosial dalam belajar
Dalam hal ini seperti yang dikatakan Purwanto, dalam
bukunya yang berjudul “Psikologi Pendidikan“ bahwa faktor sosial dalam belajar,
diantaranya yaitu:
Ø Keadaan Keluarga
Suasana dan keadaan keluarga itu berbeda-beda dan
bermacam-macam itu mau tidak mau turut menentukan bagaimana dan sampai dimana
belajar diaalami dan dicapai oleh anak-anak. Termasuk
fasilitas yang diperlukan dalam belajar turut memegang peranan penting pula.[1]
Ø Guru dan Cara Mengajar
Terutama
dalam belajar di Sekolah, faktor guru dan cara mengajarnya merupakan faktor
yang penting pula. Bagaimana sikap dan kepribadian guru, tinggi rendahnya
pengetahuan yang dimiliki guru, dan bagaimana cara guru mengjarkan pengetahuan
itu kepada anak-anak didiknya, turut menentukan hassil belajar yang dicapainya
Ø Lingkungan masyarakat
Seorang anak dari keluarga yang baik, memiliki intelegensi
yang baik, bersekolah disuatu sekolah yang keadaan guru-gurunya dan
alat-alatnya baik, belum tentu pula dapat belajar dengan baik. Masih ada faktor
yang mempengaruhi hasil belajarnya yakni lingkungan masyarakat. Umpamanya
lingkungan sekitar rumah seorang siswa tinggal, notabennya banyak yang tidak
berpendidikan. Otomatis, dari segi bicara, tingkah dan pergaulanpun akan
berbeda dengan anak yang berpendidikan. Hal demikianlah yang akan memberi
dampak negatif pada yang berpendidikan.
Oleh karena itu, setidaknya ada ada tiga elemen yang
sangat berpengaruh yaitu berasal dari keluarga, sekolah dan masyarkat. Dari
beberapa lingkungan yang terkait bisa mempengaruhi belajar siswa, dalam hal ini
faktor lingkungan keluargalah yang paling banyak mempengaruhi pola belajar
siswa. Sifat-sifat orang tua, praktik pengelolaan keluarga, ketegangan
keluarga, dan letak rumah, semuanya bisa memberi dampak yang baik atau buruk
kegiatan dan hasil belajar yang dicapai oleh siswa.[2]
b.
Faktor non sosial dalam belajar
Kelompok faktor ini boleh juga dikatakan tak terbilang jumlahnya.
Seperti misalnya: keadaan udara, cuaca, waktu, alat-alat yang dipakai untuk
belajar , dan sebagainya. Semua faktor-faktor tersebut dapat membantu
memaksimalkan proses belajar.[3]
Selain itu, tempat sekolah dan rumah
siswa yang nyaman juga akan mempengaruhi proses belajar peserta didik. Misalnya saja jika kondisi rumah yang sempit,
berantakan, serta letak rumah yang terlalu padat dengan perkampungan tentu akan
sangat berdampak buruk pada kegiatan belajar siswa. Karena tempat yang nyaman
tentunya akan memberikan rasa yang nyaman pula bagi siswa dalam kegiatan
belajarnya.[4]
2.
Faktor Internal
Yaitu
faktor pengaruh dalam belajar yang berasal dari dalam diri siswa sendiri.
Faktor internal juga ada dua macam, meliputi :
a.
Faktor fisiologis
Faktor
fisiologis dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
-
Keadaan tonus ( tegangan otak ) jasmani pada umumnya.
Keadaan ini dapat dikatakan melatar belakangi aktifitas
belajar. Maka dapat dikatakan bahwaa keadaan jasmani yang segar akan lain
pengaruhnya dengan keadaan jasmani yang kurang segar. Untuk mempertahankan agar
tonus jasmani tetap bugar dan sehat, maka siswa perlu mengkonsumsi makanan dan
minuman yang bergaizi, pola hidup sehat, istirahat cukup dan rajin olahraga.[5]
-
Keadaan fungsi-fungsi jasmani tertentu terutama fungsi panca indera.
Panca indera dapat dikatakan sebagai pintu gerbang
masuknya pengaruh kedalam individu.
Orang mengenal dunia sekitarnya dan belajar dengan mempergunakan panca
inderanya. Oleh karena itu begitu pentingnya peran panca indera kita khususnya
dalam kegiatan belajar, kita perlu menjaga selalu agar panca indera kita tidak
mengalami masalah. Seperti misalkan masalah penglihatan, kita harus selalu
rutin memberi vitamin untuk mata agar mata kita sehat. Namun yang menjadi
catatan bagi sebuah sekolah, apabila di dapati siswanya yang mengalami masalah
dalam hal penglihatan seperti siswa yang menderita mata rabun, maka perlu ada
perlakuan khusus atau kebijakan, yaitu salah satu caranya dengan menempatkan
tempat duduk siswa tersebut agar duduk di bagaian paling depan.[6]
b.
Faktor psikologis
Faktor
psikolgis memang mampu mempengaruhi
kualitas suatu pembelajaran siswa. Berikut yang termasuk dalam faktor
psikologis diantaranya yaitu :
-
Intelegensi Siswa
Intelegensi secara umum diartikan sebagai kemampun.
Sedangkan menurut Wechler bahwa intelegensi yaitu suatu kecakapan global atau
rangkuman kecakapan untuk dapat bergerak secara terarah, berfikir secara baik,
dan bergaul dengan lingkungan secara efisien.[7]
Tidak dapat dipungkiri bahwa mampu atau tidaknya
seseorang mempelajari sesuatu dengan baik, sangat di pengaruhi oleh taraf
kecerdasannya atau intelegensi. Kenyataan menunjukkan kepada kita, meskipun
anak yang berumur 14 tahun keatas pada umumnya telah matang untuk belajar ilmu
pasti , tetapi tidak semua anak-anak tersebut pandai dalam ilmu pasti.
Maka disimpulkan bahwa tingkat intelegensi sangat
menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa. Oleh karena itu untuk mengasah
segi intelegensi siswa, maka fasilitas belajar, sarana dan prasarananya, peran
orang tua, guru, dan lingkungan masyarakat harus benar-benar di perhatikan.
-
Sikap Siswa
Sikap adalah gejala internal yang berdimensi afektif
berupa kecenderungan untuk merespon dengan cara yang relatif tetap terhadap
suatu obyek baik itu orang, benda, dan sebagainya, baik secara positif maupun
negatif. Sikap siswa dalam hal belajar ini, sangat dipengaruhi oleh seorang
guru pengajar. Alangkah baiknya jika guru memberikan terlebih dahulu sikap yang
positif terhadap dirinya sendiri dan mata pelajaran yang ia sampaikan. Dari hal
itulah setidaknya akan muncul reaksi sikap yang positif pula dari siswa yang
sedang diberi pengajaran.[8]
-
Motivasi Belajar
Motivasi belajar merupakan kekuatan mental yang mendorong
terjadinya proses belajar. Sedangkan secara istilah sendiri, motivasi di
istilahkan sebagai suatu keadaan internal organisme manusia atau hewan yang
mendorongnya untuk berbuat sesuatu ( Gleitman, 1986; Reber, 1988). Motivasi belajar pada siswa sendiri ada dua
macam :
· Motivasi intrinsik
yaitu motivasi yang berasal dari dalam diri siswa sendiri yang dapat
mendorongnya untuk belajar.
·
Motivasi ekstrinsik yaitu motivasi yang berasal dari luar diri siswa yang
juga mampu mendorongnya untuk melakukan kegiatan belajar.[9]
-
Rasa Percaya Diri Siswa
Rasa percaya diri timbul dari keinginan mewujudkan diri
bertindak dan berhasil. Dari segi perkembangan, rasa percaya diri dapat timbul
berkat adanya pengakuan dari lingkungan siswa terkait. Untuk itu, seorang guru
pada sebuah sekolah haruslah mendorong keberanian terus menerus, memberikan
pengakuan dan kepercayaan bila siswa telah berhasil, begitu pula bagi ynag
belum berhasil tetap harus dorongan dan kepercayaan. Oleh karena itulah, akan
muncul benih-benih rasa percaya diri pada seorang siswa.[10]
-
Latihan
dan ulangan
Tanpa
latihan, pengalaman-pengalaman yang telah dimilikinya dapat menjadi hilang atau
berkurang. Untuk itu latihan diperlukan agar kecakapan dan pengetahuan yang
dimilikinya dapat menjadi makin dikuasai
dan makin mendalam. Sama halnya
dengan latihan, ulangan juga sangat penting dalam proses pembelajaran. Kegiatan
ulangan bertujuan untuk menguji kemampuan kita selama dalam proses
pembelajaran. Adanyaa ulangan juga akan memotivasi siswa untuk lebih tekun dan
bersungguh-sungguh dalam dalam belajar demi mendapatkan nilai yang baik saat
ulangan.
BAB III
PENUTUP
Belajar merupakan sebuah proses dari yang tidak bisa
menjadi bisa, tidak tahu menjadi tahu, dan sebagainya. Oleh karena itu begitu
pentingnya belajar dalam kehidupan. Maka dari itu, ada suatu faktor yang dapat
mempengaruhi belajar, diantaranya yaitu :
a.
Faktor Eksternal, yaitu faktor yang berasal dari luar diri siswa atau anak.
Adapun yang termasuk dalam faktor eksternal, meliputi:
·
Faktor sosial dalam belajar ( keluarga, sekolah atau guru, lingkungan masyarakat
)
·
Faktor non sosial dalam belajar ( alat-alat belajar, cuaca, waktu,
fasilitas belajar, dll ).
b.
Faktor Internal, yaitu faktor yang
berasal dari dalam diri siswa atau anak. Adapun ynag termasuk dalam faktor
internal, meliputi:
·
Faktor fisiologis
·
Faktor psikologis
DAFTAR PUSTAKA
Ngalim, Purwanto. 1990. Psikologi
Pendidikan. Bandung: PT.
Remaja Rosdakarya.
Syah,
Muhibbin. 2011. Psikologi Pendidikan. Bandung:
PT. Remaja Rosdakarya.
Suryabrata,
Sumadi. 1987. Psikologi Pendidikan. Jakarta:
CV. Rajawali.
Dimyati dan Mudjiono. 1999. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
[7] Dimyati, Mudjianto. Belajar dan
Pembelajaran. Cet 1 ( Jakarta : PT. Rineka Cipta. 1999 ) hlm: 245.